(Humas MAN 2 Garut) – MAN 2 Garut sukses melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) selama dua hari, pada 4 dan 5 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk memotret mutu pendidikan di Indonesia dengan mengukur kemampuan literasi, numerasi, serta karakter dan lingkungan belajar para siswa.
ANBK adalah asesmen nasional yang dirancang untuk menggantikan ujian nasional sebagai alat evaluasi pendidikan yang lebih komprehensif. Assesmen ini terdiri dari tiga instrumen utama, yaitu pertama, asesmen kompetensi minimum, mengukur kemampuan literasi membaca dan numerasi siswa; kedua, survey karakter, mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter siswa; ketiga, survey lingkungan belajar, mengukur kualitas berbagai aspek input dari proses belajar mengajar di sekolah.
Asesmen ini tidak hanya mengukur kemampuan akademis siswa, tetapi juga mengevaluasi karakter dan lingkungan belajar yang berperan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, ANBK memberikan gambaran yang lebih holistik mengenai kualitas pendidikan di sekolah, yang nantinya akan menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.
Sebelum pelaksanaan ANBK, MAN 2 Garut melakukan berbagai persiapan untuk memastikan asesmen berjalan lancar. Tahap awal berupa simulasi, yang bertujuan untuk memberikan pengalaman pertama kepada siswa dan sekolah dalam mengerjakan soal ANBK serta untuk menguji kesiapan infrastruktur teknologi seperti komputer dan jaringan internet. Simulasi ini juga memastikan bahwa seluruh perangkat yang digunakan dapat berfungsi dengan baik selama ANBK berlangsung. Setelah itu, diadakan gladi bersih yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih dan mengenal format ANBK, sehingga mereka lebih siap secara teknis dan mental saat hari pelaksanaan.
Pada hari pertama, ANBK dimulai dengan Asesmen Literasi Membaca selama 90 menit. Asesmen ini bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami, menganalisis, dan mengevaluasi teks bacaan. Setelah asesmen literasi, siswa mengikuti survei karakter selama 30 menit. Survei ini dirancang untuk menilai berbagai aspek karakter siswa, seperti integritas, rasa tanggung jawab, dan sikap terhadap pembelajaran. Pengawasan pada hari pertama ini dilakukan oleh pengawas dari MAN 2 Garut sendiri, yang memastikan seluruh proses berjalan dengan tertib dan lancar.
Pada hari kedua, peserta ANBK melanjutkan dengan Asesmen Numerasi selama 90 menit. Asesmen ini fokus pada kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika dasar dan menerapkannya dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari. Setelah asesmen numerasi, dilanjutkan dengan survei lingkungan belajar selama 30 menit, yang bertujuan untuk mengukur kualitas lingkungan belajar yang dirasakan oleh siswa di sekolah. Seperti hari sebelumnya, pengawasan dilakukan oleh pengawas dari MAN 2 Garut sendiri, dan seluruh kegiatan berlangsung kondusif.
Pelaksanaan ANBK di MAN 2 Garut berjalan dengan tertib, aman dan lancar, menunjukkan kesiapan madrasah dalam menghadapi evaluasi nasional ini. ANBK bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan sebuah alat penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan area perbaikan dalam proses pendidikan. Melalui hasil ANBK, MAN 2 Garut diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung pengembangan karakter siswa, guna mempersiapkan generasi yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Semua berita