(Humas MAN 2 Garut) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut menggelar kegiatan pembinaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga non-ASN di lingkungan MAN 2 Garut. Acara yang berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026 ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I.
Kegiatan dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan sambutan dari Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala MAN 2 Garut, yakni H. Wawan Setiana, S., M.Pd. Dalam sambutannya, H. Wawan memaparkan kondisi terkini madrasah serta menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Kemenag Garut di tengah-tengah para guru dan tenaga kependidikan. Beliau berharap pembinaan ini dapat memberikan motivasi dan arahan bagi seluruh pegawai MAN 2 Garut untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme.
“Kami sangat memerlukan dorongan dan motivasi yang kuat dari pimpinan, terutama dari Bapak Kepala Kemenag, agar semangat juang kami tidak pernah padam.” H. Wawan juga menambahkan, “Kami butuh keteladanan, arahan yang menyejukkan, dan kata-kata yang membangkitkan optimisme, agar ke depan MAN 2 Garut bisa melangkah lebih maju.”
Memasuki acara inti, Kepala Kemenag Garut Dr. H. Saepulloh menyampaikan arahan pembinaan. Dalam pembinaan kali ini, ia mengutip konsep Gapura Panca Waluya untuk diterapkan oleh para pegawai MAN 2 Garut.
“Saya ingin mengajak seluruh pegawai MAN 2 Garut untuk menerapkan konsep Gapura Panca Waluya dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah falsafah yang mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer,” ujar Dr. H. Saepulloh.
Ia menjelaskan, cageur berarti sehat jasmani dan rohani; bageur berarti berperilaku baik dan berakhlak mulia; bener berarti jujur dan benar dalam bertindak; pinter berarti cerdas dan terus mengasah kompetensi; serta singer yang berarti cekatan, tanggap, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Kelima nilai ini, menurutnya, adalah fondasi penting bagi setiap aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik di bidang pendidikan.
Menurut Dr. H. Saepulloh, penerapan nilai-nilai Gapura Panca Waluya tidak hanya penting untuk pengembangan diri, tetapi juga untuk mewujudkan madrasah yang berkualitas dan berkarakter . Beliau menekankan bahwa seluruh pegawai, baik ASN maupun non-ASN, harus menjadi teladan bagi peserta didik. Salah satu kunci keberhasilan seorang pendidik adalah memiliki sikap ikhlas, sabar, dan syukur, serta mampu menjadi contoh yang baik di dalam maupun di luar lingkungan madrasah.
Acara pembinaan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh H. Amip Miptah,S.Ag., MA. Seluruh peserta tampak khidmat mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Diharapkan, melalui pembinaan ini, seluruh pegawai MAN 2 Garut dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang telah disampaikan untuk kemajuan madrasah dan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Garut.
Kontributor: Astri Mutiara
Semua berita